Contoh Penerapan | CASE 02 Empat Keterampilan Bahasa Inggris
“Dengan meningkatkan jumlah aktivitas input dan output, siswa menjadi mampu berbicara dengan kata-kata mereka sendiri.”
Guru Taiki Tsuji (SMP dan SMA Ritsumeikan Moriyama)
https://scrapbox.io/files/6998ec1f3583dfb074db3b8c.jpg
Melatih Empat Keterampilan Bahasa Inggris
Untuk melatih empat keterampilan bahasa Inggris, kegiatan input dan output melalui suara merupakan hal yang sangat penting.
Namun, dalam pembelajaran konvensional, pelaksanaan pembelajaran berbasis suara yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa merupakan hal yang sulit.
Di SMP dan SMA Ritsumeikan Moriyama, dengan menggunakan LoiLoNote School, kegiatan input dan output secara individual dapat diperkaya, sehingga berhasil melatih empat keterampilan bahasa Inggris.
https://scrapbox.io/files/68e0b7d1a8dbad3507427ed3.jpg https://scrapbox.io/files/68e0b7ce4f1c2035db752e26.jpghttps://scrapbox.io/files/68e0b7d3e0c9e31fdb76cbef.jpgPerubahan setelah Penerapan LoiLoNote School
Penguatan Kegiatan Input
Dalam pelajaran yang berfokus pada listening, pembelajaran dilakukan secara individual.
Karena setiap siswa berbeda dalam jumlah yang dapat didengar, bunyi yang dapat ditangkap, serta bagian dan jumlah pengulangan yang ingin didengarkan, data audio dibagikan melalui LoiLoNote School sehingga masing-masing siswa dapat melakukan kegiatan listening dan menuliskan isi teks sesuai dengan kecepatannya sendiri.
Penguatan Kegiatan Output
Pada akhir setiap unit, siswa selalu melakukan output isi teks melalui retelling atau presentasi dengan menggunakan kata-kata kunci.
Sebagai rekaman presentasi, setiap pasangan siswa merekam presentasi masing-masing dalam bentuk video dan mengumpulkannya. Untuk melatih kemampuan berbicara secara spontan, kegiatan seperti diskusi dan debat juga diterapkan.
Melalui akumulasi kegiatan-kegiatan tersebut, semakin banyak siswa yang mampu mengekspresikan pemikiran mereka dalam bahasa Inggris.