【IPS・Geografi・Sejarah・Kewarganegaraan】Pemanfaatan Thinking Tools
Daftar Isi
Mengapa Thinking Tools diperlukan dalam pembelajaran IPS, Geografi, Sejarah, dan Kewarganegaraan?
Pemanfaatan Thinking Tools dalam pembelajaran IPS, Geografi, Sejarah, dan Kewarganegaraan
Kompetensi yang ingin dikembangkan dan peran Thinking Tools
Bagaimana cara mengintegrasikannya dalam pembelajaran?
Mengapa Thinking Tools diperlukan dalam pembelajaran IPS, Geografi, Sejarah, dan Kewarganegaraan?
Pemanfaatan Thinking Tools dalam pembelajaran IPS, Geografi, Sejarah, dan Kewarganegaraan 
Mata pelajaran IPS terdiri dari tiga bidang utama, yaitu Geografi, Sejarah, dan Kewarganegaraan. Dalam setiap bidang tersebut, siswa dituntut untuk memahami suatu peristiwa dari berbagai sudut pandang (multidimensi dan multi-perspektif), mengaitkan karakteristik wilayah dengan kehidupan masyarakat, menghubungkan peristiwa sejarah melalui hubungan sebab-akibat, serta mengaitkan berbagai permasalahan sosial dengan konsep politik, hukum, dan ekonomi. Dengan memvisualisasikan keterkaitan tersebut menggunakan Thinking Tools, siswa dapat menjelaskan pemikirannya dengan lebih mudah dan menganalisis serta mencari solusi terhadap suatu permasalahan dengan lebih efektif.
Kompetensi yang ingin dikembangkan dalam IPS dan peran Thinking Tools
1.Kemampuan berpikir, menilai, dan mengekspresikan (Higher Order Thinking Skills)
Dalam pembelajaran IPS, siswa dihadapkan pada berbagai permasalahan sosial yang kompleks dan tidak memiliki satu jawaban pasti. Siswa perlu memahami dan menganalisis informasi dari berbagai sudut pandang, merumuskan pendapat sendiri dan menyampaikan pemikiran kepada orang lain.
⇨ Dengan menggunakan Thinking Tools, siswa dapat mengorganisasi pemikiran dari berbagai perspektif dan melakukan analisis secara multidimensional, sehingga kemampuan berpikir, menilai, dan mengekspresikan dapat berkembang.
2. Kemampuan literasi dan pengolahan informasi
Dalam pembelajaran IPS ke depan, siswa akan semakin sering melakukan kegiatan mencari informasi secara mandiri dan mengolah data. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan untuk mengumpulkan, mengorganisasi, menganalisis, dan memanfaatkan informasi.
⇨ Dengan menggunakan Thinking Tools untuk mengolah informasi yang diperoleh, kemampuan literasi dan pengolahan informasi siswa dapat berkembang secara signifikan.
3. Minat dan kepedulian terhadap isu sosial
Dalam pembelajaran IPS, sangat penting bagi siswa untuk memiliki ketertarikan terhadap masalah sosial sebagai bagian dari masyarakat.
⇨ Dengan menggunakan Thinking Tools untuk menganalisis masalah nyata dari berbagai sudut pandang, siswa dapat memahami masalah sebagai bagian dari kehidupan mereka sendiri, membangun kesadaran sebagai anggota masyarakat, serta meningkatkan minat terhadap isu sosial di dunia nyata
4.Kemampuan belajar mandiri (Student Agency)
Sebagai pembelajar aktif, siswa dituntut untuk memahami masalah sebagai bagian dari dirinya, mengumpulkan dan menganalisis informasi dan mencari solusi terhadap permasalahan. Kemampuan ini mencakup merencanakan proses belajar, memantau perkembangan belajar (metakognisi), melakukan perbaikan secara mandiri serta menghubungkan pengetahuan dan membangun struktur pemahaman.
Kemampuan ini disebut sebagai Student Agency.
⇨ Dengan menggunakan Thinking Tools untuk mengorganisasi dan menyimpan pemikiran, proses belajar menjadi terlihat (visual), sehingga membantu siswa meningkatkan kemampuan metakognisi.
5.Kemampuan menyusun dan menguji hipotesis
Dalam IPS, siswa dituntut untuk menyusun hipotesis terhadap suatu fenomena dan melakukan verifikasi atau pengujian.
⇨Dengan mengorganisasi dan menganalisis informasi menggunakan Thinking Tools, siswa dapat menemukan hubungan antar fenomena sosial, merumuskan solusi, mengembangkan kemampuan menemukan sebab-akibat, dan menyusun serta menguji hipotesis
6.Proses berpikir logis
Kemampuan berpikir logis sangat penting dalam menyelesaikan masalah dalam mata pelajaran ini.
⇨ Dengan menggunakan Thinking Tools untuk mengorganisasi informasi dan menghubungkan berbagai konsep, siswa dapat mengembangkan proses berpikir yang logis dan terstruktur.
7.Pemahaman terhadap masalah sosial
Siswa dituntut untuk memahami masalah sosial yang kompleks secara terstruktur.
⇨ Dengan menggunakan Thinking Tools untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan fenomena sosial di sekitar. Siswa dapat juga memahami masalah sebagai bagian dari dirinya
Bagaimana mengintegrasikan Thinking Tools dalam pembelajaran?
Contoh penerapan dalam pembelajaran
Pelajaran Sejarah
Dengan menggunakan Thinking Tools untuk menghubungkan hubungan sebab-akibat antar peristiwa, siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga dapat memahami “Mengapa hal ini terjadi?” dan juga “Bagaimana peristiwa ini bisa terjadi?”
Selain itu, siswa juga dapat menemukan pertanyaan baru untuk dianalisis lebih lanjut.
https://gyazo.com/86037e89451f73316efa6d4e8b1e1423
Pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sosial
Masalah sosial yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami dengan mengumpulkan data serta menganalisis informasi menggunakan Thinking Tools. Siswa juga dapat menentukan hal yang penting dan memprediksi kemungkinan yang akan terjadi.
Selain itu proses berpikir siswa menjadi terlihat secara visual dan diskusi dan berbagi pendapat menjadi lebih mudah.
https://gyazo.com/055bc92f904deef44b6fca2fbecac6ffhttps://gyazo.com/e152e2fe511cd4844a8f621dfded96d7https://gyazo.com/24afafc28f3abe7d2159e08f20bb1552
Pembelajaran Pemahaman Budaya
Thinking Tools juga efektif digunakan saat membandingkan budaya yang berbeda. Dengan mengorganisasi persamaan dan perbedaan, siswa dapat memperdalam pemahaman antar budaya.
https://gyazo.com/d9485e176327a37dde48f9b4264dd3ed
Supervisi: Prof. Haruo Kurogami (Universitas Kansai)